Penggunaan Transplanter Padi di Kota Pekalongan

Apa itu Transplanter padi?
Transplanter padi (rice transplanter) adalah jenis mesin tanam padi otomatis yang digunakan untuk menanam bibit padi secara serempak, cepat, dan seragam di lahan sawah. Mesin ini menggantikan cara tanam padi manual untuk menghemat tenaga kerja dan waktu, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan jarak tanam yang tepat.
Mesin ini bekerja menanam bibit yang sudah disemai dalam baki, menghasilkan tanaman yang seragam dalam jarak tanam tertentu (bahkan bisa sistem jajar legowo) dan mengurangi biaya produksi jangka panjang. Bibit padi siap tanam dengan transplanter ini mempunyai ukuran tinggi sekitar 15-20 cm / sekitar sejengkal tangan.
Cara Kerja
Penggunaan Transplanter padi di Kota Pekalongan
Di Kota Pekalongan, penanaman padi dengan menggunakan mesin transplanter ini sudah cukup lama dilakukan, meskipun blm semua petani menggunakan dan masih memilih cara tanam manual menggunakan jasa penanam padi / buruh tandur.
Namun dalam perkembangannya, para buruh tandur ini sekarang semakin sedikit sehingga apabila petani ingin menggunakan jasanya harus memesan jau-jauh hari dengan jadwal mereka yang cukup padat. Kondisi ini akhirnya memunculkan minat petani untuk memulai penanaman padi dengan menggunakan mesin transpanter ini.
Salah satu petani yang telah menggunakan transplanter tersebut adalah Bp. Kamilin, anggota Poktan Barokah Kelurahan banyurip Kec Pekalongan Utara, yang melakukan penanaman padi pada lahan seluas 1 bahu dalam waktu 6 jam, dengan menggunakan bibit yang disemai sendiri berumur 17 hari.
Semoga semakin banyak petani di Kota Pekalongan yang dapat menggunakan alat mesin pertanian dalam usaha taninya, seperti transplanter maupun alsintan lainnya
Transplanter padi (rice transplanter) adalah jenis mesin tanam padi otomatis yang digunakan untuk menanam bibit padi secara serempak, cepat, dan seragam di lahan sawah. Mesin ini menggantikan cara tanam padi manual untuk menghemat tenaga kerja dan waktu, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan jarak tanam yang tepat.
Mesin ini bekerja menanam bibit yang sudah disemai dalam baki, menghasilkan tanaman yang seragam dalam jarak tanam tertentu (bahkan bisa sistem jajar legowo) dan mengurangi biaya produksi jangka panjang. Bibit padi siap tanam dengan transplanter ini mempunyai ukuran tinggi sekitar 15-20 cm / sekitar sejengkal tangan.
Cara Kerja
- Persiapan: Bibit padi disemai khusus dalam baki (nampan) hingga siap tanam.
- Pengoperasian: Bibit diletakkan di baki mesin, kemudian mesin dijalankan di sawah berlumpur.
- Penanaman Otomatis: Mesin akan menanam bibit secara otomatis, memastikan jumlah, kedalaman, dan jarak tanam yang konsisten.
- Manuver: Petani mengendalikan arah mesin menggunakan tuas, bahkan bisa berbelok atau berbalik arah untuk melanjutkan penanaman di area berikutnya
- Efisiensi: Menanam lebih cepat dan menghemat banyak tenaga kerja dibandingkan cara manual.
- Seragam: Jarak tanam dan kedalaman tanam seragam, mendukung pertumbuhan optimal dan hasil panen lebih baik.
- Optimalisasi Lahan: Jarak tanam bisa diatur lebih rapat (contoh: sistem Jarwo), meningkatkan jumlah tanaman per area.
- Modernisasi Pertanian: Mendukung program pertanian modern dan swasembada pangan nasional.
Penggunaan Transplanter padi di Kota Pekalongan
Di Kota Pekalongan, penanaman padi dengan menggunakan mesin transplanter ini sudah cukup lama dilakukan, meskipun blm semua petani menggunakan dan masih memilih cara tanam manual menggunakan jasa penanam padi / buruh tandur.
Namun dalam perkembangannya, para buruh tandur ini sekarang semakin sedikit sehingga apabila petani ingin menggunakan jasanya harus memesan jau-jauh hari dengan jadwal mereka yang cukup padat. Kondisi ini akhirnya memunculkan minat petani untuk memulai penanaman padi dengan menggunakan mesin transpanter ini.
Salah satu petani yang telah menggunakan transplanter tersebut adalah Bp. Kamilin, anggota Poktan Barokah Kelurahan banyurip Kec Pekalongan Utara, yang melakukan penanaman padi pada lahan seluas 1 bahu dalam waktu 6 jam, dengan menggunakan bibit yang disemai sendiri berumur 17 hari.
Semoga semakin banyak petani di Kota Pekalongan yang dapat menggunakan alat mesin pertanian dalam usaha taninya, seperti transplanter maupun alsintan lainnya
PRINT +
DOWNLOAD PDF