Panen Raya Padi Biosalin di Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara

Tepat memasuki umur 98 HST, padi biosalin yang ditanam di lahan Demfarm Smart Farming hari ini 12 Agustus 2026 di lakukan pemanenan yang sebelumnya di lakujan acara ceremoni oleh Walikota dan Kepala Perwakilan BI Tegal. Dalam acara tersebut Hadir pula Kepala BBRMP Jawa Tengah, Distanak Provinsi Jawa Tengah, Kasdim Kodim 0710 Pekalongan, Kapolres Pekalongan Kota, Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Kepala Kemenag Pekalongan, Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, BPN Kota Pekalongan, BPS Kota Pekalongan, Camat Pekalongan Utara, Lurah Degayu , OPD serta para petani di Kecamatan Pekalongan Utara.
Dalam sambutannya Walikota menyampaikan sejak adanya tanggul dan pompa wilayah Degayu yang tadinya terendam sekarang bisa jadi sawah kembali, ada 56 ha, sawah yang ditanami dan petani kembali mendapatkan pekerjaan pokok.
Sementara Kepala Perwakilan BI Tegal menegaskan bahwa Biosalin merupakan salah satu jawaban bagi daerah yang terkena Rob, Kota Pekalongan merupakan salah satu contoh daerah yang berhasil mengembangkan biosalin, dan produktivitas terus meningkat, tahun kemarin produktivitas 57 kwintal/ha sekarang menjadi 66,52 kwintal/ha. Diharapkan Kota Pekalongan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dan bisa menjadi sentra benih biosalin.
Selain panen pada kesempatan tersebut diserahkan dana wakaf untuk pengembangan benih biosalin kepada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan sejumlah 74 juta dari Perwakilan BI Tegal yang dananya dikumpulkan melalui Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
Dalam sambutannya Walikota menyampaikan sejak adanya tanggul dan pompa wilayah Degayu yang tadinya terendam sekarang bisa jadi sawah kembali, ada 56 ha, sawah yang ditanami dan petani kembali mendapatkan pekerjaan pokok.
Sementara Kepala Perwakilan BI Tegal menegaskan bahwa Biosalin merupakan salah satu jawaban bagi daerah yang terkena Rob, Kota Pekalongan merupakan salah satu contoh daerah yang berhasil mengembangkan biosalin, dan produktivitas terus meningkat, tahun kemarin produktivitas 57 kwintal/ha sekarang menjadi 66,52 kwintal/ha. Diharapkan Kota Pekalongan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dan bisa menjadi sentra benih biosalin.
Selain panen pada kesempatan tersebut diserahkan dana wakaf untuk pengembangan benih biosalin kepada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan sejumlah 74 juta dari Perwakilan BI Tegal yang dananya dikumpulkan melalui Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
PRINT +
DOWNLOAD PDF